PORTALSWARA.COM — Warga Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap minimnya ketersediaan galeri ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dari Bank Sumut dan Bank BRI.
Keluhan minimnya galeri ATM ini mencuat setelah Ketua Komisi IV DPRD Medan, Haris Kelana Damanik, mengakui adanya ketidakpuasan tersebut. Bahkan dia menegaskan bahwa pemerintah harus lebih memperhatikan peningkatan pelayanan publik di Medan Labuhan.
Haris Damanik, yang juga Walil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, menyampaikan bahwa warga Pekan Labuhan sulit mendapatkan layanan seperti galeri ATM Bank Sumut dan Bank BRI.
“Kita gak habis pikir, layanan seperti itu saja sulit dijangkau warga. Begitu juga dengan minimnya pelayanan publik lainnya,” ungkap Haris.
Menanggapi hal ini, Haris Kelana Damanik meminta pihak bank untuk memperbanyak unit layanan ATM guna mempermudah akses masyarakat dan melancarkan transaksi perekonomian. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi di Pekan Labuhan tidak boleh diabaikan, terutama dengan potensi wisata sejarah yang dimiliki kota tersebut.
Pekan Labuhan, yang menjadi rumah bagi sejumlah situs sejarah seperti Masjid Al Osmani, Vihara Siu San Keng dan Museum Situs Kota China, diharapkan menjadi fokus perhatian pemerintah.
“Kita ketahui, Pekan Labuhan merupakan kota tempat sejumlah situs sejarah yang bisa menjadi pusat wisata,” kata Haris.
Sebagai bagian dari cagar budaya Kota Medan, objek wisata tersebut, menurut Haris, membutuhkan perhatian khusus untuk peningkatan fasilitas dan sarana prasarana guna meningkatkan kesejahteraan warga. Haris berharap agar pemerintah dan semua pihak dapat memperhatikan hal tersebut demi kebaikan kepentingan umum. (psc)






