PORTALSWARA.COM — Alat berat masuk ke Desa Tupatan Nibung dan Penara Kebun. Dan 2 Kades di Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang tersebut, diduga hanya jadi penonton untuk alat berat yang sudah beroperasi sangat lama itu.
Salah satu dari 2 Kades tersebut, Kepala Desa Tupatan Nibung Surianto alias Aceng, saat dikonfirmasi portalswara.com, Sabtu (27/05/2023) pagi melalui WhatsApp tak membantahnya.
“Memang bener bang ada galian C, tapi kan bukan di wilayah desa kita bang, itu wilayah Desa Penara Kebun,” ungkap Aceng.
Menurut Aceng, memang mereka melintas jalan di wilayah desanya. Tetapi yang bisa mengambil tindakan aparat Desa Penara Kebun. Sayangnya, Aceng hanya diam saat dicecr wartawan, kalau dirinya sebagai Kades bisa mengambil tindakan jika alat berat tersebut melintasi wilayahnya. Meskipun beroperasi bukan di wilayahnya.
Wartawan mencoba untuk melakukan konfirmasi ke Kades Penara Kebun, Misnawati, dengan meminta nomor kontaknya ke Aceng. Tetapi Misnawati tidak dapat dikonfirmasi karena belum dapat nomor kontaknya.
“Tidak ada sama saya nomor Kepala Desa Penara Kebun, yang ada nomor Sekcam Batang Kuis bang,” kata Aceng, yang langsung memberikan nomor kontak Sekcam.
Aceng juga memberikan pesan WhatsApp kepada wartawan, agar menanyakan kepada Nando dari SM yang mengetahui kejadiannya. “Dia tahu itu kronologi galian itu bg. Dari awal si Jurak main galian ga pernah kita ijinkan mereka melintas di jalan desa kita,” ucap Aceng.
Sekcam Batang Kuis, Ijund, saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan, pihaknya sudah menyurati Kementrian ESDM, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas ESDM Provinsi.
“Kalau tindakan kami tidak ada bang. Kk
alau dikasi perintah tindakkan dari atasan, barulah kami bisa bertindak bang,” kata Sekcam
Salah seorang sumber yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, seharusnya Kepala Desa Tupatan Nibung ada tindakan.
“Masak alat berat masuk di jalan dia, dia hanya diam. Kan sama aja kepala desa itu menonton. Kan bisa saja dua kepala desa tersebut saling bekerja sama, agar di desa mereka tidak ada lagi beroperasi galian C. Ini malah diam dan diam. Kan sama saja dugaan tersebut dua kepala desa itu menjadi penonton,” ungkap sumber. (psc)






