Tak Laku, Pedagang Pasar Induk Lau Cih Medan Buang Cabai Setengah Ton ke Parit

PORTALSWARA.COM — Pedagang Pasar Induk Lau Cih Medan membuang cabai rawit setengah ton ke parit.

Video yang menunjukkan aktivitas pembuangan cabai rawit yang berserakan di parit tersebut, viral di media sosial. Cabai rawit dibuang pedagang ke parit karena harganya murah, tak laku dijual.

Dalam video yang dilihat Selasa (09/05/2023), ditulis dengan narasi “ratusan kilo dibuang karena tak laku”.

“Kalau ikan yang di parit sudah biasa, ini yang luar biasa cabai. Akibat cabai tak laku dibuang di parit, ratusan kilo,” kata perekam video viral itu.

Ternyata video viral itu diambil dibuat oleh salah seorang pedagang cabai di Pasar Induk Lau Cih Medan.

Penyebab cabai berserakan tersebut lantaran kualitas cabai yang tidak layak dijual. Selain itu, ada faktor harga yang murah.

“Dia kan lembab, udah disimpan lama, harganya mungkin murah, disimpan lama, dijual nggak laku,” kata petugas kebersihan Pasar Induk Lau Cih Medan, Baginda Simbolon.

Baginda mengatakan kejadian itu sudah seminggu yang lalu. Saat kejadian itu terjadi, ia mengaku salah satu petugas yang membersihkan cabai yang berserakan tersebut.

“Itu kira-kira seminggu dua minggu yang lalunya itu,” terangnya

“Sekarang udah nggak ada lagi. Saya yang bersihkan itu sama kawan-kawan,” sambungnya.

Baginda mengaku tidak mengetahui siapa persis yang membuang cabai itu. Namun ia menjelaskan apabila pelaku tertangkap maka ada sanksi.

Kemudian dia mengatakan cabai yang berserakan itu hampir setengah ton. Sebab cabai yang terbuang lebih dari 10 goni yang berukuran 50 kg lebih.

“Di situ semua. Dia goni di dalam goni 50-an kg, ada 10 entah 12 kg,” terangnya.

Pedagang yang bernama Tia mengatakan hal itu telah biasa terjadi di Pasar Induk Lau Cih Medan. Bahkan tak hanya cabai, ia mengatakan tomat juga sering dibuang di selokan oleh pedagang.

Baca Juga :  Paripurna DPRD Medan, Rico Waas Sampaikan Penjelasan Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

“Seringnya tomat juga begitu. Hal yang biasa di sini,” katanya. (psc)