PORTALSWARA.COM — Direktur RSĀ Bidadari Kota Binjai, Esti, bungkam soal peristiwa pasien yang melompat dari lantai 3.
Hal itu terungkap saat portalswara.com melakukan konfirmasi kepada Direktur RS Bidadari Binjai, Esti, melalui WhatsApp, Senin (22/05/2023) pukul 11.54 WIB. Esti bungkam, tak menjawab telpon wartawan. Ada apa?
Menanggapi itu, Ketua Lembaga Peduli Politik Pemerintahan dan Hukum (P3H) Sumut, Muhammad Jaspen Pardede, mengingatkan pihak RS Bidadari Binjai agar lebih transparan. Apalagi ini menyangkut pasien RS Bidadari.
“Seharusnya pihak Rumah Sakit Bidadari Binjai transparan tentang terjadinya pasien lompat dari lantai 3,” ungkap Jaspen, Senin (22/05/2023).
Jaspen mengatakan, penyebab pasien bisa lompat dari lantai 3 rumah sakit, sebaiknya diungkap secara transparan oleh pihak rumah sakit. Rumah Sakit Bidadari harus transparan ke publik.
“Jangan ada ditutupi apapun. Karena masyarakat ingin mengetahui penyebab si pasien itu lompat. Kalau tidak ada penjelasan dari pihak rumah sakit, maka saya minta DPRD menindaklanjuti permasalahan ini,” paparnya.
DPRD, kata Jaspen, harus mengambil tindakkan tegas kepada pihak Rumah Sakit Bidadari.
“Jangan hanya diam dan tidak ada tindakkan dari pihak DPRD,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang pasien melompat dari Lantai III gedung Rumah Sakit Umum (RSU) Bidadari Binjai, Jumat (19/05/2023) sore. Korban diketahui berinisial M warga Kota Binjai.
Informasi dihimpun di lapangan, pasien yang lompat dan jatuh ke luar bangunan rumah sakit tersebut, sedang tidak sendirian di dalam kamarnya.
Dia saat itu masih dalam pengawasan orangtuanya, sedang menjalani perawatan medis atas penyakit yang deritanya sejak beberapa hari belakangan. (psc)






