PORTALSWARA.COM — Santriwati hanyut terseret air bah di Batang Toru ditemukan Tim SAR gabungan setelah pencarian dilanjutkan Minggu (05/03/2023) pagi.
Pencarian santriwati hanyut terseret luapan air sungai Parsariran Kecamatan Batang Toru melibatkan Rescuer Unit Siaga SAR Madina, Rescuer Pos SAR Sibolga, Polres Tapanuli Selatan, Koramil Batang Toru, BPBD Tapsel, pihak pemerintah setempat dan warga sekitar. Tim gabungan yang melakukan pencarian membagi beberapa tim.
Kepala Kantor Basarnas Medan, Budiono SE MM mengatakan, Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi beberapa tim. Yaitu tim pertama melakukan pencarian menggunakan perahu LCR milik Unit Siaga SAR Madina (Basarnas Madina). Tim kedua perahu Rafting milik Unit Siaga SAR Madina. Tim ketiga perahu tradisional Nelayan. Dan tim keempat melakukan pencarian dengan scouting darat di sekitar bibir sungai.
“Pencarian yang dilaksanakan hingga sore ini akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 16.01 WIB di Desa Bandar Tarutung Kecamatan Angkola Sangkunur. Korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak Yayasan Pesantren, disaksikan pihak kepolisian dan semua unsur yang terlibat,” bebernya.
Diketahui sebelumnya, Jumat (03/03/2023), sungai Parsariran yang berada di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan meluap dan menerjang di sekitar kawasan pinggiran sungai.
Akibat air bah yang menerjang kawasan tersebut, enam santriwati Pesantren Ahmad Basyir menjadi korban. Kronologis kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB keenam santriwati tersebut sedang beraktivitas di tepi sungai. Naas, tiba-tiba air sungai meluap dan langsung menyeret keenam korban. Empat santriwati berhasil diselamatkan dan satu di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Satu santriwati lagi tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Unit Siaga SAR Madina untuk dilakukan pencarian.
Keenam santri tersebut adalah Amanda (12 ) alamat Pangarongan, Windi (12) alamat Aek Pardomuan, Sania (12) alamat Wek III, Silha (13) alamat Gunung Tua Marancar, Zuria (12) alamat Angkola Sangkunur (meninggal dunia) dan Sisra (14) alamat Pangarongan (ditemukan meninggal dunia). (psc)







