PORTALSWARA.COM — Masyarakat beli pertalite dan solar dibatasi. Tidak diperbolehkan melebihi dari 20 liter. Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) terus dipelototi pemerintah. Terutama BBM Bersubsidi. Karenanya untuk beli pertalite dan solar dibatasi.
Pemerintah bakal melakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi (Pertalite dan solar) agar BBM tersebut tepat sasaran untuk masyarakat yang benar-benar sesuai kriteria. Ada wacana beli pertalite dan solar dibatasi.
Kenapa begitu? karena fakta di lapangan, banyak masyarakat yang mampu tetap menggunakan BBM bersubsidi. Jadi untuk beli pertalite dan solar dibatasi.
Selain melakukan pembatasan, pemerintah juga akan menerapkan pelarangan untuk jenis atau tipe mobil mewah di atas 1.400 cc.
Sementara untuk kendaraan roda dua, sepeda motor di atas 250 cc akan dilarang membeli BBM jenis Pertalite
Revisi Perpres No. 191 Tahun 2014 mengenai jenis-jenis kendaraan yang boleh menggunakan BBM subsidi, sejumlah kendaraan mobil dan sepeda motor yang tidak sesuai kriteria dilarang membeli BBM jenis Pertalite.
Melansir jambiekspres.co.id, Minggu (12/01/2023), Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, harus ada kriteria kendaraan yang berhak dan dapat mengonsumsi BBM Khusus Penugasan (JBKP) yakni Pertalite dengan RON 90.
“Pembatasan, sekarang, kan, dikembalikan ke ESDM dan sekarang sedang mau kita bahas. Ini, kan, sudah ada usulannya, baru saja tadi pagi ada di meja saya, mau kita bahas, minggu depan (pekan ini),” terang Arifin, baru-baru ini.
Sementara untuk pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, Pertamina memberlakukan pembelian BBM Pertalite dan Solar tak bisa lebih dari 20 liter.
Dikutip Disway.id dari laman MyPertamina, Pertamina sedang gencar memperkenalkan program ‘Subsidi Tepat’.
Program Subsidi Tepat dikhususkan untuk penyaluran BBM Pertalite dan Solar untuk pemilik mobil tertentu.
Sehingga dalam hal ini Pertamina memberlakukan syarat dan ketentuan pembelian Pertalite dan Solar.
Syarat dan ketentuan tersebut ialah konsumsi Pertalite dan Solar untuk mobil pribadi tak lebih dari 20 liter per hari, bagi yang belum terdaftar di MyPertamina.
Pembelian Pertalite dan Solar 20 liter per hari untuk mobil pribadi berlaku di seluruh 71 kota/kabupaten Indonesia.
“Nah, untuk kamu konsumen non register, sekarang ada ketentuan baru nih! Batas maksimal pengisian BBM ada di 20 liter per hari, yaa!” tulis akun Instagram @ptpertaminapatraniaga, dikutip Jumat 20 Januari 2023.
Lantas bagaimana pemilik mobil pribadi yang sudah mendaftar di MyPertamina?
Sebagaimana keterangan Pertamina, konsumsi BBM Pertalite dan Solar dapat ditambah menjadi 60 liter per hari dari 20 liter per hari.
Ya, syaratnya seperti disinggung tadi, pemilik mobil pribadi perlu mendaftarkan kendaraannya di MyPertamina.
Setelah mendaftar di MyPertamina, maka mobil pribadi berhak mendapat tambahan BBM Pertalite dan Solar sebanyak 60 liter per hari.
Hal ini dibenarkan oleh Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting.
Irto mengatakan, kendaraan atau mobil pribadi yang sudah didaftarkan di MyPertamina tetap dibatasi konsumsi BBM Subsidinya.
Meski dibatasi, jumlah menjadi lebih banyak dari 20 liter per hari menjadi 60 liter per hari.
Irto menambahkan, pembatasan BBM Subsidi untuk mobil pribadi itu sesuai dengan ketetapan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
“Tetap dibatasi sesuai ketentuan BPH Migas, yang 60 liter, 80 liter dan 200 liter,” imbuh Irto seperti diberitakan Disway.id sebelumnya.
Daftar Kendaraan Secara Online atau Offline
Program BBM Subsidi Solar dan Pertalite untuk Roda 4 telah dibuka per 2 Juli 2022 lalu.
Pertamina menegaskan jika program BBM Subsidi ini agar penyaluran Solar dan Pertalite tepat sasaran.
Sementara itu, pendaftaran ini bisa dilakukan secara online maupun offline.
“Pendaftaran ini bisa dilakukan secara online melalui website yang bisa dibuka dari HP/Komputer, maupun pendaftaran secara offline dengan mendatangi booth pendaftaran di area-area yang sudah ditentukan,” tulis Pertamina.
Tata Cara Pendaftaran BBM Subsidi Solar dan Pertalite di MyPertamina
Bagi pemilik mobil pribadi, kamu bisa mendaftarkan kendaraan masing-masing secara online.
Adapun caranya, bisa simak berikut ini:
1. Buka situs MyPertamina
2. Lalu Klik Kanal “SUBSIDI TEPAT”
3. Klik “Pendaftaran”, yang selanjutnya akan dialihkan ke microsite khusus pendataan.
4. Centang pada bagian “Saya telah memahami penjelasan BBM Subsidi, bla, bla.”
5. Lalu klik bagian “Belum memiliki akun? Daftar Sekarang”
6. Selanjutnya ikuti instruksi sesuai petunjuk Pendaftaran
7. Setelah itu tunggu pencocokan data maksimal 14 hari kerja di alamat email yang telah didaftarkan, atau cek status pendaftaran di website secara berkala.
8. Apabila sudah terkonfirmasi, unduh (download) kode QR dan simpan untuk bertransaksi di SPBU Pertamina
Syarat dan Dokumen Pendaftaran di MyPertamina
1. Siapkan KTP
2. STNK
3. Foto kendaraan yang memperlihatkan jumlah roda dan nopol
4. Surat Rekomendasi (Untuk non kendaraan)
a. Foto KTP Terbaca
b. Foto STNK Terbaca
c. Foto Kendaraan Sesuai dengan STNK
d. Isi Silinder yang diinput sesuai STNK
e. Jumlah roda dapat dihitung dan sama dengan data yang diinput
Berikut Daftar Sepeda Motor yang Dilarang Memakai Pertalite:
Honda
Honda Forza 250;
Honda CB650R;
Honda X-ADV;
Honda CRF1100L Africa Twin;
Honda CRF250 Rally;
Honda Gold Wing;
Honda CB500X;
Honda CBR600RR;
Honda CBR1000RR;
Honda CBR250RR
Yamaha
Yamaha T-Max;
Yamaha MT09;
Yamaha MT07;
Yamaha XMax;
Yamaha MT-25;
Yamaha R25.
Kawasaki
Kawasaki KX450;
Kawasaki KLX250;
Kawasaki Ninja H2;
Kawasaki Ninja ZX10R;
Kawasaki Ninja ZX-25R;
Kawasaki Ninja 250SL;
Kawasaki Ninja 250;
Kawasaki Versys-X 250;
Kawasaki Versys 1000;
Kawasaki Vulcan S.
Suzuki
Suzuki Hayabusa;
Suzuki Gixxer SF 250.
Daftar Mobil di atas 1.400 CC yang Bakal Dilarang Isi Pertalite:
Honda: Mobilio, BR-V, HR-V, CR-V, Civic, Civic Type R, City dan Accord
Mitsubishi: Xpander dan Xpander Cross, Pajero Sport, Outlander PHEV, Triton dan L300
Toyota: Avanza, Veloz, Voxy, Alphard, Vellfire, Innova, Sienta, Vios, Altis, Rush, C-HR, Corolla Cross, Fortuner, Land Cruiser dan Yaris
Daihatsu: Xenia, Terios, Luxio, Gran Max pikap dan minibus
Suzuki: Ertiga, Baleno, XL7, SX-4 S-Cross dan APV
Mazda: 2 Sedan, 2 Hatchback, 3, CX-3, CX-30, CX-5, CX-8, CX-9, 6 Sedan, 6 Estate dan MX-5
Isuzu: D-Max, Mu-X, Traga, Elf dan Giga
Hyundai: Stargazer, Staria, Creta, Palisade dan Santa Fe
Wuling: Almaz, Cortez dan Confero
DFSK: i-Auto, Glory 560 dan Super Cab bensin 1.500 cc
BMW: Seri 2, Seri 3, Seri 4, Seri 5, Seri 5 Touring, Seri 7, Seri 8, X1, X3, X4,X5, X6,X7, M3, M4, X3M, X4M
Suzuki: Ertiga, Baleno, XL7, SX-4 S-Cross dan APV
Mazda: 2 Sedan, 2 Hatchback, 3, CX-3, CX-30, CX-5, CX-8, CX-9, 6 Sedan, 6 Estate dan MX-5
Isuzu: D-Max, Mu-X, Traga, Elf dan Giga
Hyundai: Stargazer, Staria, Creta, Palisade dan Santa Fe
Wuling: Almaz, Cortez dan Confero
DFSK: i-Auto, Glory 560 dan Super Cab bensin 1.500 cc
BMW: Seri 2, Seri 3, Seri 4, Seri 5, Seri 5 Touring, Seri 7, Seri 8, X1, X3, X4,X5, X6,X7, M3, M4, X3M, X4M
Lexus: LS, LC, RX, NX, UX dan LM
Hino: Dutro, Ranger, Profia dan Bus
Mercedes-Benz: C-Class, E-Class, CLS, GLC, GLE, GLS, S-Class dan Vans
Mitsubishi Fuso: Canter dan Fighter X
Nissan: X-Trail, Livina/Grand Livina dan Serena
Daftar Mobil yang Bisa Diisi BBM Pertalite
Honda: Brio
Daihatsu: Ayla, Sigra, Rocky, Xenia 1.300 dan Sirion
Toyota: Agya, Calya, Raize dan Avanza 1.300
Suzuki: Ignis dan S-Presso
Harga BBM Turun
Pertamina bersama penyedia BBM swasta kompak menurunkan Harga BBM pada awal tahun 2023.
Tak tanggung-tanggung ada sekitar 14 jenis BBM yang turun harganya.
Berdasarkan cacatan Jambi Ekspres, ke 14 jenis BBM yang turun harganya pada periode 1-4 Januari 2023 secara bervariasi antara lain:
BBM Pertamina ada 4 jenis, BBM PT Vivo Energy Indonesia ada 3 jenis, BBM British Petroleum (BP) Indonesia ada 4 jenis serta BBM Shell Indonesia ada 3 jenis.
Pertamina Persero misalnya menurunkan harga BBM awal tahun 2023 tepatnya pada 03 Januari 2023 sekira pukul 14.00 WIB.
Berbeda dari biasanya, Pertamina langsung menurunkan 4 jenis BBM.
4 jenis BBM yang mengalami penurunan itu adalah Pertamax, Pertamax Turbo, Dextile dan Pertamina Dex.
Harga BBM Dextile misalnya turun hingga Rp 2.150 per liter. Harga terbaru Rp 16.150 per liter, sedangkan harga sebelumnya Rp 18.300 per liter.
Pertamax Dex juga turun sekitar Rp 2.050 per liter menjadi 16.750 per liter dari sebelumnya Rp 18.800 per liter.
Harga BBM Pertamax menjadi Rp12.800 per liter dari harga sebelumnya Rp13.900 per liter atau turun sekitar Rp 1.100 per liter.
Pertamax Turbo harga terbaru menjadi Rp 14.050 per liter. Dari sebelumnya Rp 15.200 per liter.
Menurut Menteri BUMN Erick Tohir, penurunan harga BBM non subsidi berlaku hari ini pukul 14.00 WIB.
Shell juga menurunkan harganya per tanggal 04 Januari 2023 atau seharin setelah BBM Pertamina.
Untuk BBM Shell Indonesia yang mengalami penurunan yakni, Shell Super sebelumnya Rp 14.180 menjadi Rp 13.030 per liter. Shell V-Power yang sebelumnya Rp 15.100 menjadi Rp 13.810 per liter. Serta Shell V-Power Diesel yang sebelumnya 19.180 per liter turun Rp 2.290 menjadi Rp 16.890 per liter. (psc)






