Breaking News
Polda Sumut Tangkap Dua Nenek Penipu Jual Beli Tanah Rp852 Juta I PWI: Draft RUU Penyiaran Larang Penayangan Jurnalisme Investigasi Hambat Tugas Jurnalistik I Salwa Ar Royyan, Jamaah Calon Haji Termuda dari Medan, Hafizah 17 Juz I Sisa Material Bangunan Stadion Teladan Telah Dilelang KPKNL Rp1,6 M I Plh Dirut Perumda Tirtanadi Bagikan 8.624 Handuk ke Jamaah Haji Embarkasi Medan

Gempa Garut Merusak 5 Bangunan, Pantai Selatan Rawan Tsunami

PORTALSWARA.COM — Gempa Garut merusak 5 bangunan. Gempa berkekuatan M 6,4 di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2022), menyebabkan satu orang terluka dan empat rumah rusak.

Demikian laporan sementara Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akibat gempa M 6,4 disusul oleh M 6,1.

Menurut Kepala BNPB Suharyanto, korban terluka merupakan warga Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi. Korban sudah mendapat perawatan di Puskesmas terdekat.

Selain empat rumah yang rusak Pusdalops BNPB juga melaporkan ada satu unit sekolah rusak. SDN Jatiwangi 1 yang mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

Suharyanto menambahkan, guncangan gempa berlangsung cukup kuat selama 4 sampai 5 detik, dan terasa di Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya hingga Kabupaten Bandung.

Melansir deskjbaar, Minggu (4/12/2022), berdasarkan keterangan tertulis dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, guncangan gempa bumi dirasakan cukup luas di Jawa Barat, karena kekuatannya menengah dan kedalaman dalam.

Guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Kabupaten Garut dan Cianjur pada skala IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Sementara di Tasikmalaya, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung dirasakan pada skala III MMI.

Bahkan guncangan tersebut terasa hingga ke Posko Darurat Bencana Gempa M 5,6 Cianjur.

“Dirasakan cukup kuat selama 4-5 detik di Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bandung,” ujar Suharyanto menegaskan, Sabtu, 3 November 2022.

Menanggapi kejadian gempa Garut ini, tim BNPB telah dikerahkan ke lokasi gempa. Tim akan melakukan pendampingan di daerah dan mengkaji dengan cepat kebutuhan lainnya.

“Saya dengan seluruh tim dan BPBD ini segera akan mengumpulkan informasi dan dan keterangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah. Namun demikian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.

Baca Juga :  Bocah 7 Tahun Alami Mati Otak Pasca Operasi Amandel di Rumah Sakit

Berdasarkan data Badan Geologi, wilayah pantai selatan Garut dan Cianjur tergolong rawan tsunami dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari 3 meter. (psc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *