Gempar! Prajurit TNI Dapat Tas Berisi Kristal Senilai Rp7 Miliar di Hutan Borneo

PORTALSWARA.COM — Prajurit TNI dapat tas berisi kristal senilai Rp7 miliar di hutan Borneo. Temuan tersebut pun bikin gempar. Apalagi tas tersebut berlogo salah satu bank raksasa terkaya dunia.

Prajurit TNI Angkatan Darat dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia, Batalyon Infanteri 645/Gardatama Yudha, Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura baru saja menemukan sebuah tas di hutan batas negara. Prajurit TNI dapat tas berisi kristal.

Tas berwarna abu-abu bertuliskan nama United Overseas Bank atau UOB ditemukan saat dibawa dua orang Warga Negara Indonesia, melewati perbatasan negara secara ilegal melalui jalur tikus di ektor Kayu Buluh, Desa Sekida, Kecamatan Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Berdasarkan siaran resmi Penerangan Kodam Tanjungpura, Selasa (07/02/2023), tas itu diamankan beserta dua WNI pemiliknya di Pos TNI. Sebab, ternyata setelah diperiksa prajurit TNI, di dalam tas itu terdapat crystal meth, barang haram yang selama ini dikenal masyarakat dengan nama sabu-sabu.

Enggak tanggung-tanggung, ada sebanyak 7,1 kilogram crystal meth ditemukan di dalam tas. Narkotika itu ditemukan dalam kondisi terbungkus rapi di dalam kantong-kantong plastik dilapisi almunium foil.

Melansir viva, Rabu (08/02/2023), menurut Kepala Penerangan Kodam Tanjungpura, Kolonel Inf Ade Rizal Muharram, upaya penyelundupan sabu-sabu oleh dua WNI itu digagalkan prajurit Satgas Pamtas Yonif 645/GTY pada Senin petang sekira pukul 17.62 WIB. Jadi ceritanya ketika itu prajurit TNI dari Pos Pamtas Sentabeng SSK yang dipimpin Sersan Satu Arda sedang melaksanakan patroli perbatasan. Saat itulah kedua WNI berinisial K dan D itu muncul dari arah Malaysia menuju Indonesia.

Ketika diperiksa, baru diketahui kedua WNI asal Dusun Belidak, Kecamatan Jagoi Babang, Bengkayang, membawa sabu-sabu yang nilainya ditaksir mencapai paling sedikit Rp7 miliar.

Baca Juga :  3 Mobil Tabrakan Beruntun di Jalinsum Asahan

“Sampai dengan saat ini barang bukti dan kedua pelaku masih diamankan di Pos Pamtas untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Kolonel In Ade Rizal Muharram. (psc)