Hairil Anwar: Berkurban Wujud Keimanan Seorang Muslim Terhadap Allah SWT

Anggota DPRD Binjai Hairil Anwar Spd
Anggota DPRD Binjai Hairil Anwar Spd (portalswara.com/Syahril)

PORTALSWARA.COM — Berkurban sejatinya merupakan wujud keimanan seorang muslim terhadap Allah SWT. Kurban berasal dari bahasa arab Qurban yang artinya dekat.

Selain itu dalam Islam juga disebut Al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan. Pengertian berkurban ini dijelaskan oleh Hairil Anwar saat bincang-bincang dengan wartawan terkait akan datangnya perayaan Idul Adha 1444 H, Selasa (27/06/2023).

Adapun binatang sembelihan, kata Hairil seperti unta, sapi (kerbau) dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq, sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Hari Raya Idul Adha merupakan moment yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam di muka bumi ini. Hal ini karena hari yang istimewa bagi umat Islam untuk dapat berkurban.

Hairil Anwar yang saat ini juga merupakan Ketua Fraksi PKS DPRD Binjai juga menerangkan, bila kita mengenang sejarah diperingatinya hari Idul Adha ini, yang mana Nabi Ibrahim AS dalam mimpinya mendapat berupa perintah untuk menyembelih putranya yaitu Ismail, putra yang sangat dicintainya.

Sehingga Nabi Ibrahim AS dihadapkan pada dua pilihan yang sangat berat, yaitu antara melaksankan perintah Allah dari mimpi tersebut dan kehilangan putranya. Atau mengabaikan perintah tersebut dengan catatan tidak melaksanakan perintah Allah.

Karena ketaqwaaanya kepada Allah, akhirnya Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah tersebut dan saat penyembelihan Ismail berlangsung, Allah SWT menggantikannya dengan seekor hewan kurban.

Hairil juga menerangkan, berkurban hukumnya adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan untuk dapat dilaksanakan bagi umat Islam.

Bagi mereka yang telah mampu untuk berkurban maka menjadi suatu kewajiban untuk segera menunaikannya. Dan dapat menjadi makruh apabila sengaja meninggalkannya.

“Namun bagi mereka yang belum mampu belum menjadi suatu kewajiban dan keharusan,” terang Hairil.

Baca Juga :  Hari Ini Jemaah Tareqat Naqsabandiyah Sumut Mulai Puasa

Berkurban adalah wujud keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT, berkurban adalah ibadah yang disukai oleh Allah SWT. Berkurban dapat mengenang peristiwa ujian Nabi Ibrahim AS.

Berkurban sebagai ibadah umat muslim kepada Allah SWT. Dengan berkurban maka dapat berbagi dengan sesama muslim dan sebagai wujud kasih sayang.

“Dengan berkurban dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, menguji keikhlasan umat muslim untuk dapat berkurban. Sebagai wujud keimanan. Dan lain sebagainya,” terang Hairil Anwar. (psc)