PORTALSWARA.COM — Indonesia mendapatkan hibah 15 unit kendaraan tempur atau Ranpur Bushmaster dari negara Australia.
Menariknya, Australia tidak menjual Ranpur Bushmaster, kendaraan taktis itu. Melainkan menghibahkannya kepada Indonesia.
Menhan Australia sebenarnya sudah merencanakan mengirim hibahan Bushmaster ini ke Indonesia sejak Septemer 2021. Namun karena terkendala proses birokrasi, Indonesia baru menerima 15 Bushmaster itu pada 9 Agustus 2023.
Alasan Australia rela menghibahkan ranpur ini sejalan dengan cita-cita PBB melahirkan perdamaian dunia.
Indonesia sendiri ternyata adalah salah satu penyumbang terbesar personel kepada misi-misi dunia.
“Indonesia adalah penyumbang personel terbesar ketujuh untuk misi PBB di seluruh dunia. Lebih dari 2.500 personel baik militer maupun polisii yang dikerahkan delapan misi di seluruh dunia. Misi-misi termasuk pengerahan ke zona konflik di Afrika Tengah maupun Timur Tengah,” ungkap Departemen Operasi Perdamaian PBB, dikutip dari australiandefence.com.au.
Sedangkan tujuan Australia pribadi adalah untuk meningkatkan kemampuan negara-negara di Asia Tenggara.
TNI AD dan Angkatan Darat Australia nyatanya beberapa kali bertemu untuk mengadakan latihan militer bersama.
Seperti pada bulan Juni lalu di mana TNI AD dikerahkan ke Darwin untuk jalankan latihan kendaraan dengan Batalyon 5, Resimen Kerajaan Australia.
Menariknya, TNI AD yang dikerahkan bahkan tidak diharuskan mahir berbahasa inggris.
Personel Indonesia yang mengikuti latihan itu dipilih berdasarkan keterampilan teknis mereka.
Oleh karena itu, Australia membawa orang sebagai penerjemah Bahasa Indonesia.
“Tujuan latihan ini adalah untuk memberikan para prajurit keterampilan untuk mengoperasikan dan memelihara kendaraan dan peralatan komunikasi”, beber Mayor Angkatan Darat Australia Matt Breckenridge.
Selebihnya, Bushmaster merupakan ranpur taktik lapis baja yang daya tahannya patur diacungi jempol.
Ranpur ini kuat menahan serangan balistik, ranjau, dan alat peledak improvisasi (IED).
Mengutip dari army.gov.au, Bushmaster ditugaskan untuk membawa hingga 10 personel ke medan tempur.
Dirancang juga untuk bisa “aktif” selama mungkin, ranpur Bushmaster bisa beroperasi selama 3 hari penuh.
Sedangkan menurut Army Recognition, ranpur lapis baja ini biasanya dikerahkan untuk berbagai macam profil misi.
Sebut saja pergerakan pasukan, komando dan kontrol, dukungan, hingga ambulans.
Dibangun sefleksibel mungkin atau biasa disebut modular agar selalu bisa diadaptasi dengan berbagai macam medan tempur.
Australia bahkan telah mengirim puluhan ranpur Bushmaster ke Ukraina selama perang besar di sana.
Ranpur taktis Bushmaster memang didesain sebaik mungkin guna menjaga keselamatan pasukan yang berada di dalamnya.
Mulai dari jendela anti-peluru, bodi monocoque dari konstruksi lapis baja yang seluruhnya dilas.
Lapis baja Bushmaster sudah terbukti mampu menahan berbagai serangan dari kecil hingga mematikan.
Seperti senjata ringan 5,56 dan 7,62 mm, peluru penembus baja kaliber 5,56 dan 7,62 mm, hingga ledakan ranjau macam 9,5 kg TNT.
Sebagai ranpur taktik juga mengharuskan Bushmaster memiliki mobilitas tingkat tinggi.
Ranpur lapis baja ini berpenggerak 4X4 ini dilengkapi mesin turbocharged enam silinder Caterpillar 3126E ATAAC.
Mesin raksasa ini mengasilkan tenaga 300 hp di 2.400 rpm yang membuatnya bisa melaju hingga 100km/jam.
Melansir zonajakarta.com, Minggu (13/08/2023), mesin Caterpillar dipasangkan dengan transmisi ZF 6HP502 ECOMAT G2 yang menghasilkan enam kecepatan maju, satu mundur, dan penguncian konverter.
Terakhir, sebagai kendaraan tempur tentu Bushmaster juga dilengkapi dengan persenjataan.
Ranpur ini dilengkapi persenjataan jarak jauh, mulai dari senapan mesin 5,56 mm atau 12,7 mm dan tiga senapan mesin 5,56 mm atau 7,62 mm tambahan. (psc)






