PORTALSWARA.COM — Kelompok Separatis Teroris (KST) Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan serangan brutal di Kampung Mamba, membakar empat unit rumah milik masyarakat setempat senilai Rp 7 miliar. Rumah-rumah tersebut, yang merupakan hasil bantuan Dinas Sosial, menjadi korban aksi teror OPM, mengakibatkan ketakutan di antara penduduk.
Aksi kejam kelompok separatis OPM tidak hanya menyasar aparat keamanan, tetapi juga merugikan masyarakat setempat. Rumah yang dibakar bukanlah milik pendatang, melainkan milik keluarga Gat Sani, Juni Sani, Elis Sani dan Detinus Sani, semua adalah orang asli dari Suku Sani, salah satu suku terbesar di Pedalaman Papua Tengah.
Dalam upayanya menghadapi teror ini, pasukan dari Satuan Tugas Batalyon Infanteri 330/Tri Dharma, Kostrad, TNI Angkatan Darat, yang dipimpin oleh Mayor Inf Dedy Pungky, intensif melakukan evakuasi warga ke lokasi aman, termasuk pos-pos TNI. Pasukan elite Divisi Infanteri I Kostrad juga bergerak cepat untuk menghalau dan menghadang OPM agar tidak masuk lebih jauh ke jantung kota Sugapa.
Letnan Satu Inf Bayu Bhakti menyatakan dampak dari aksi teror OPM ini sangat merugikan kehidupan masyarakat Intan Jaya, yang selama dua tahun terakhir berhasil dipulihkan oleh pasukan Kostrad. Ibadah umat Kristiani terhenti, aktivitas sehari-hari terganggu, dan banyak masyarakat terpaksa mengungsi untuk menghindari ancaman teror OPM.
“Pada hari Minggu masyarakat umat kristiani di Intan Jaya tidak dapat melaksanakan ibadah. Masyarakat tidak berani melakukan aktivitasnya di kebun, selain itu banyak masyarakat yang harus mengungsi karena mereka takut menjadi sasaran teror OPM,” kata Lettu Inf Bayu Bhakti, Selasa (23/01/2024).
Melansir VIVA, Rabu (24/01/2024), serangan OPM dimulai sejak Jumat pekan lalu, dengan korban salah satu anggota Brimob dari Satgas Damai Cartenz yang tewas akibat penembakan. Situasi di daerah tersebut menjadi semakin tegang, memerlukan langkah tegas dari aparat keamanan untuk menghadapi ancaman teror yang terus berlanjut. (psc)






