Makan Minum Tamu Pemkab Deliserdang Pakai APBD

PORTALSWARA.COM — Makan minum tamu pemerintah kabupaten (Pemkab) Deliserdang menggunakan APBD. Belanja makan dan minum untuk tamu serta keperluan rapat di setiap bagian, dinas dan badan jajaran Pemkab Deli Serdang setiap tahunnya menghabiskan biaya ratusan hingga miliaran rupiah. Dan anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Deli Serdang.

Berdasarkan catatan dari APBD Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2023 anggaran makan minum di kantor lurah lebih besar dari makan minum di kantor badan.

Kantor Kelurahan Lubuk Pakam Pekan anggaran makan minum rapat TA 2023 mencapai Rp 65.839.760 dan merupakan pengadaan langsung APBD January 2023.

Sementara Badan Keuangan dan Aset Daerah belanja makanan dan minuman jamuan tamu hanya sebesar Rp 47.234.544 pengadaan langsung APBD January 2023. Sedangkan makan minum untuk rapat penyesuaian laporan BMD dari OPD di Badan Keuangan dan Aset Daerah mencapai Rp 342.118.400.

Pada TA 2022 Bagian Umum Kantor Bupati Deli Serdang menghabiskan biaya Rp 2.385.576.800 untuk belanja makan dan minum jamuan tamu. Disusul Dinas Pertanian menghabiskan Rp703.382.080 biaya makan minum rapat peningkatan kualitas hewan dan tanaman, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Rp122.756.152, Dinas Kesehatan Rp112.500.000 ditambah Rp403.606.160, Rp601.751.968 dan Rp1.137.981.200 bersumber dari APBN.

Belanja makan minum tamu di Sekretariat DPRD menghabiskan Rp211.192.320 pengadaan langsung TA 2022.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) Statistik dan Persandian (Stan) Kabupaten Deli Serdang, Miska Gewasari tidak mengangkat hapenya meski nada dering masuk ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (19/01/23) malam.

Terpisah, Ketum DPP LSM NGO Sanpan RI Aspin Sitorus sangat menyayangkan besarnya anggaran makan minum dari APBD.

“Kalau begini rakyat tidak dapat apa-apa dalam pembangunan di Deli Serdang. Uang APBD habis untuk makan minum. Padahal banyak warga masyarakat di pelosok sangat kekurangan baik dari segi pangan maupun menghasilan. Jauh dari kata mapan,” ungkap Aspin saat dimintai komentarnya. (psc)

Baca Juga :  Syukuran Agus Setiawan: Keberagaman Etnis Jadi Kekuatan Bangun Kota Medan