PORTALSWARA.COM — Seorang mantan polisi di Fransisco, Amerika Serikat, Paul Alex (35 tahun), berhasil meraup uang sebesar Rp185 miliar melalui bisnis mesin ATM yang tidak biasa. Awalnya, Alex, si mantan polisi ini mencari keseimbangan hidup setelah mengalami jam kerja yang ekstensif sebagai detektif narkotika.
Pada 2018, ia memutuskan berinvestasi dalam bisnis ATM, melihat modal yang terjangkau dan risiko yang rendah. Setelah tiga tahun, pada Maret 2021, Alex mengundurkan diri dari kepolisian setelah penjualan totalnya mencapai US$ 12 juta (Rp185 miliar), dengan profit bersih US$ 2,5 juta (Rp38,6 miliar) melalui perusahaannya, ‘ATMTogether’.
“Ketika pertama kali memulai bisnis ini, saya banyak mendapat penolakan. Sangat sulit bagi saya untuk bekerja [sebagai polisi] ketika harus berpikir keras soal bisnis sampingan ini,” ungkap Alex baru-baru ini.
Menggunakan strategi cerdas dalam penempatan mesin, Alex memilih lokasi yang strategis seperti toko minuman keras, menghasilkan profit rata-rata US$600 (Rp9,2 jutaan) per mesin per bulan. Dalam enam bulan, ia berhasil balik modal dan terus memperluas bisnisnya.
Alex juga cerdas dalam pemilihan kartu kredit untuk mendanai mesin, memanfaatkan diskon langsung dari produsen, dan menghindari komisi agen. Pada 2020, ia memiliki 30 mesin ATM di San Francisco, memberikan keuntungan gabungan US$9.000-12.000 (Rp139-185 jutaan) per bulan.
Melansir CNBC Indonesia, Senin (12/02/2024), dengan keputusannya berhenti dari kepolisian pada 2021, Alex menekankan pentingnya berinvestasi pada diri sendiri dan terus menambah ilmu.
“Semuanya bermula dari rekan kerja saya yang memiliki ide ini. Saya lalu mengambil ide itu dan mencari tahu lebih dalam. Saya menggunakan berbagai media dan baca banyak sumber. Akhirnya, saya berani untuk mengeksekusinya hingga sekarang,” ujarnya. (psc)






