Pelajari 16 Bahasa Medan Kasar dan Bermakna Kotor Beserta Artinya

PORTALSWARA.COM — Kota Medan, tempat akulturasi etnis, menciptakan bahasa unik. Namun, beberapa kata di bahasa Medan tergolong kasar dan kotor, penting untuk dipelajari sebelum berkunjung.

Berikut 16 bahasa yang tergolong kasar dan bermakna kotor, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Minggu (21/01/2024).

1. Bujang: Di Medan, bujang bukanlah anak laki-laki, tapi alat kelamin perempuan, sering digunakan sebagai makian.

2. Pukimak: Gabungan ‘puki’ (kemaluan) dan ‘mak’ (ibu), kata kasar yang sebaiknya dihindari.

3. Kimak: Serupa dengan ‘pukimak’, digunakan sebagai umpatan dengan makna yang sama.

4. Kimbek: Bahasa kasar Medan untuk menyatakan kesal, kadang-kadang ditujukan kepada objek lain seperti motor.

5. Lontong: Umpatan kasar yang berarti kesal, bukan makanan lontong yang biasa kita kenal.

6. Bodat: Meski berasal dari bahasa Batak, dijadikan kata kasar di Medan yang berarti monyet.

7. Longor: Digunakan untuk mengumpat seseorang dengan makna ‘bego’.

8. Muncung Kau: Peringatan untuk tidak asal bicara atau menyebut sesuatu yang tidak benar.

9. Lantam: Beda makna dengan KBBI, di Medan berarti bermulut besar atau suka sesumbar.

10. Lapet: Selain makanan tradisional Batak, di Medan juga digunakan sebagai umpatan.

11. Alahmakjang: Singkatan dari ‘alah mak bujang’, digunakan ketika seseorang melakukan kesalahan.

12. Anjelo: Singkatan dari ‘antar jemput lonte’, digunakan untuk mengejek seseorang.

13. B1: Umpatan dengan makna ‘anjing’ atau daging anjing, kadang digunakan untuk merujuk pada penjualan daging.

14. B2: Diserap dari bahasa Batak, berarti babi atau daging babi, sering digunakan sebagai umpatan.

15. Barges: Singkatan dari ‘barang gesek’, ditujukan kepada perempuan nakal.

16. Barken: Kepanjangan dari ‘barang kenta’ atau pekerja seks komersial, digunakan sebagai makian kepada perempuan.

Baca Juga :  Tahun Depan Netflix Diblokir, Kenapa Ya?

Semoga detikers dapat memahami dan menghindari penggunaan bahasa ini yang kasar dan tidak senonoh saat berada di Medan. (psc)