PORTALSWARA.COM — Sebuah tragedi melanda komunitas penerbangan saat Penerbangan Air France dengan nomor penerbangan AF447, mengalami kecelakaan dan jatuh ke Samudra Atlantik, menewaskan 228 orang di dalamnya.
Kecelakaan yang terjadi pada 1 Juni 2009 ini mengguncang dunia, ketika pesawat Airbus Air France A330 itu hilang kontak di tengah perjalanannya dari Rio de Janeiro menuju Paris. Setelah pencarian yang intensif, sisa-sisa pesawat ditemukan dua tahun kemudian, membuka tabir penyebab tragis ini.
“Saya tidak lagi memiliki kendali atas pesawat,” ungkap First Officer dan Co-Pilot, Pierre-Cedric Bonin (32), yang terekam, mengutip laporan dari Mirror, Senin (22/04/2024).
Kotak hitam dan rekaman kokpit yang berhasil ditemukan membawa cahaya pada momen-momen mencekam sebelum pesawat jatuh ke laut. Pilot-pilot yang bertugas, Pierre-Cedric Bonin dan David Robert, berusaha mengatasi situasi genting, tetapi kebingungan dan kesalahan teknis membuat upaya mereka sia-sia. Kristal es yang menyebabkan autopilot terputus menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada tragedi ini.
Kata-kata terakhir yang terekam dari kokpit menampilkan momen keputusasaan dan kebingungan saat para awak berjuang untuk mengendalikan pesawat yang tidak lagi merespons dengan baik. Alarm berbunyi, perintah diberikan, tapi keadaan terus memburuk hingga pesawat terlalu rendah untuk diselamatkan.
Tragedi ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga memicu perubahan signifikan dalam industri penerbangan. Peraturan baru dan peningkatan pelatihan pilot menjadi langkah penting untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.
Melansir sindonews, Rabu (24/04/2024), meskipun kesedihan dan kehilangan yang dirasakan masih terasa, dunia penerbangan terus berupaya untuk memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. (psc)






