Pentolan OPM Telepon Komandan Tengkorak Kostrad TNI Minta Pertolongan Gegara Sengsara di Hutan

PORTALSWARA.COM — Gegara sengsara di hutan, pentolan OPM telepon Komandan Tengkorak Kostrad TNI untuk meminta pertolongan. Selama ini, Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad, berjuang membangkitkan kehidupan masyarakat di wilayah konflik Kabupaten Intan Jaya.

Kelompok separatis teroris (KST) TPNPB-OPM Papua benar-benar memantau perjuangan prajurit TNI Satuan Organik Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad.

Walau KST OPM tak pernah masuk ke kampung apalagi kota Intan Jaya karena terhadang sekatan penjagaan ketat aparat keamanan, namun dari tengah hutan pegunungan Intan Jaya, mereka mengetahui betul bagaimana saat ini kehidupan masyarakat perlahan terkerek naik oleh berbagai program teritorial kemasyarakatan yang dijalankan Pasukan Tengkorak di wilayah tersebut.

Hal itu terbukti dengan mulai terbukanya hati para pentolan KST OPM untuk memberikan dukungan kepada TNI, untuk terus membangun kehidupan di Intan Jaya yang sempat mati suri karena gangguan keamanan. Bahkan pentolan OPM telepon Komandan Tengkorak Kostrad TNI meminta pertolongan gegara sengsara di hutan.

Melansir viva.com, Selasa (20/12/2022), belum lama ini seorang pentolan OPM, yaitu Hengki Sani. Tanpa sepengetahuan Pasukan Tengkorak, tiba-tiba secara sukarela membantu menyediakan kayu bakar untuk kebutuhan dapur bagi ksatria dari Karawang. Padahal selama ini Hengki Sani terkenal beringas dan kerap mengganggu aparat keamanan.

Dan yang terbaru, berdasarkan siaran resmi yang diterima VIVA Militer dari Komandan Satgas Organik Yonif PR 305/Tengkorak, Letnan Kolonel Inf Ardiansyah alias Raja Aibon Kogila, Hengki Sani mendadak meneleponnya. Mau apa pentolan OPM itu menelepon Raja Aibon Kogila?.

Jadi ceritanya beberapa hari lalu, saat sedang berdiskusi dangan Kapten Inf Puji dari Satgas Elang dan para perwira Pasukan Tengkorak, seperti Mayor Inf Anjas, Kapten Inf Poltak, Kapten Inf Suryo dan Lettu Jeffry, tiba-tiba Handphone Raja Aibon Kogila berdering.

Baca Juga :  Terkait Temuan 2 Mayat, Sopir Avanza Mengaku Tak Ada Menabrak Manusia

Dan sangat mengejutkan, tak disangka-sangka yang menelepon itu adalah Hengki Sani. Dalam komunikasinya, Hengki menyampaikan ucapan terima kasih dirinya kepada Raja Aibon karena Pasukan Tengkorak telah memperhatikan nasib masyarakat dengan baik.

Hengki juga menceritakan, bahwa ia secara diam-diam sering turun gunung dan masuk ke Intan Jaya untuk ikut bermain voli di lapangan yang dibangun Pasukan Tengkorak di Kompleks Ceria, Kampung Sambili. “Hengki Sani merasakan kehadiran para Ksatria Tengkorak banyak membantu masyarakat Intan Jaya,” tulis Raja Aibon Kogila.

Selain itu, Hengki Sani mengutarakan niatnya untuk meminta pertolongan dari Raja Aibon Kogila. Ia sedang mengalami kesulitan ekonomi jelang perayaan Natal. Hengki tak punya uang untuk ikut patungan ke gereja.

Beberapa jam setelah komunikasi itu, Osea Sani, tokoh pemuda Mamba menemui Raja Aibon Kogila. Dari Osea Sani didapatkan informasi bahwa ternyata Hengki Sani merupakan orang yang taat dan rajin beribadah ke gereja setiap pekannya. Begitu juga dengan pentolan-pentolan KST lainnya seperti Panglima Kodap TPNPB-OPM, Sabinus Waker. Wakilnya, Guspi Waker, dan Angin Sege.

“Hal itu berbeda dengan Undius Kogoya, Apen Kobogau dan kelompoknya. Terlebih, Undius dan kelompoknya memang sudah dianggap sebagai teroris oleh kelompok Sabinus Waker, karena selalu membuat keonaran, mencuri babi masyarakat, bahkan terkadang memperkosa istri masyarakat,” tulis lulusan Akademi Militer 2004, ARUPADATU itu.

Karena iba dengan kondisi Hengki Sani yang sengsara di hutan, ditambah lagi pentolan KST OPM itu sudah mulai sadar akan kesalahan dirinya, serta telah membantu prajurit TNI, akhirnya Raja Aibon memutuskan memberikan bantuan kepada Hengki Sani melalui Osea Sani. Bantuan itu bukan untuk dipakai oleh Hengki Sani, tapi harus diserahkan langsung kepada panitia Natal di Gereja Ugimba.

Baca Juga :  Simpang Lima Semarang Terendam Banjir

“Ini kalau Hengki tipu, nanti Tuhan marah. Saya tidak suka kalau ada yang tipu. Kalau orang baik, kita baik. Bilang kepada Hengki, itu dia punya teman-teman jangan ganggu-ganggu di Intan Jaya. Kalau ganggu, itu nanti masyarakat takut. Kita ini pelan-pelan buat Intan Jaya ramai. Harus maju, sama dengan kabupaten lain,” kata Raja Aibon Kogila berpesan kepada Hengki Sani melalui Osea Sani.

Perlu diketahui, sejak Pasukan Tengkorak menginjakkan kaki pertama kali di Intan Jaya, daerah ini benar-benar horor. Masyarakat lebih banyak berdiam di dalam rumah. Bahkan mereka terlihat ketakutan ketika melihat aparat keamanan.

Tapi dengan kesabaran akhirnya Pasukan Tengkorak berhasil mencuri hati masyarakat dengan berbagai program teritorial kemanusiaan yang dijalankan. Kini masyarakat sudah kembali berani beraktivitas di luar rumah dan mereka semakin dekat menjalin hubungan dengan prajurit TNI.

Situasi keamanan di Intan Jaya telah berangsur membaik, KST OPM tak berani lagi masuk ke Intan Jaya untuk meneror masyarakat. Karena semua akses turun gunung telah dijaga aparat keamanan. (psc)