PORTALSWARA.COM — Beramal tanpa ilmu adalah kesesatan yang amat sangat. Keterangan seorang ulama pewaris nabi ini sejalan dengan Alquran dan sabda nabi Muhammad SAW.
Demikian disampaikan Tuan Guru Deli (TGD) Prabu Kresna Erde SSos, saat menyampaikan tausiahnya dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (24/08/2026) malam, di Surau Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA), Deli Tua, Deliserdang.
Hadir dalam Peringatan Maulid bertema “Menguak Hakikat Sejati Diri Nabi Besar Muhammad SAW”, di antaranya Tuan Imam Hanafi, putra Almuqarom Tuan Guru KH Ali Mas’ud yang mengembangkan Ilmu Fardhu Ain di Sumatera Utara. Hadir pula Ketua Yayasan Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA) Sudirman.
Selain lantunan ayat suci Alquran dari Al-Fatih Muhammad Erde, rangkaian acara Maulid Nabi juga dimeriahkan dengan marhaban dipimpin Hj Safarida Silalahi.
Lebih lanjut TGD Prabu mengatakan, Maulid merupakan peristiwa yang terjadi saat kelahiran Nabi Muhammad SAW ke muka bumi.
Sebenarnya menurut keterangan seorang ulama pewaris para Nabi, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW itu zahir tiga kali.
Zahir pertama, urainya, saat itu tidak ada kata waktu dan kata tempat. Hanya zat yang maha suci. Siapapun tidak ada, apapun belum ada, belum ada surga dan neraka, langit, bumi, api, angin, air belum ada. Bahkan malaikat dan iblis pun belum ada.
“Apalagi kita manusia. Tak ada satupun makhluk. Hanya alam sunyi. Inilah hakikat Nabi Muhammad, zat yang maha suci,” ungkapnya.
Zahir yang kedua, adalah kelahiran Nabi Muhammad melalui seorang wanita bernama Siti Aminah, yang disambut dengan munculnya peristiwa-peristiwa bukti dari kebesaran Allah SWT.
“Dan zahir yang ketiga adalah munculnya Alquran, hadist dan sunnah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Tuan Imam Hanafi mengajak semua jemaah agar senantiasa meningkatkan rasa syukur kehadirat Allah SAW dan salam shalawat kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
Dia mengatakan, sesuai tema yang diangkat pada Peringatan Maulid, diharapkan nantinya ini akan menjadi pelajaran penting agar benar-benar mengenal junjungan Nabi Muhammad.
“Bukan hanya sekedar tahu, bukan juga hanya sekedar mengenalinya. Tetapi juga dapat mencintai dan mengikuti jalan-jalannya,” imbaunya.
Karena, kata Hanafi, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW diutus di muka bumi ini untuk menyempurnakan. Agar manusia terlepas dari kebodohan, seperti pada masa-masa jahiliyah terdahulu.
“Jangan kita mengatakan kita beriman sebelum kita mengenal Nabi Muhammad,” ucapnya.
Hanafi merasa mendapatkan suatu kehormatan atas undangan TGD Prabu Kresna, untuk menghadiri Peringatan Maulid di Surau MIFA.
“Semoga persaudaraan kita semakin kuat dan terus bersama-sama kita dapat menyebarkan agama Allah di muka bumi ini. Dan kami berharap dan berdoa agar kiranya MIFA ini terus berkembang,” harapnya.
Ketua Panitia Alustadz Alhafiz Husni, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik moril maupun materil atas terselenggaranya Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Semoga peringatan Maulid ini dapat membawa kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah SAW. Menjadikan kita umat yang lebih baik dalam akhlak dan dalam ibadah,” tandasnya. (bees/psc)







