PORTALSWARA.COM — Proyek drainase berdampak pada bangunan warga di Jalan Jermal 3 Kota Medan rubuh.
Akibatnya, sejumlah warga mengeluhkan karena bangunan warga yang rusak, dampak dari proyek drainase di sepanjang Jalan Jermal 3 Kota Medan tersebut. Bahkan, proyek itu turut mengganggu aktivitas warga.
Salah satunya, pemilik toko bangunan, Neli (60), mengaku pagar gudangnya rubuh akibat pengerjaan proyek drainase itu. Ia pun telah mengadu ke kepala lingkungan namun belum ada tindak lanjut.
“Mereka pakai alat berat sampai pinggir pagar gudang ini ambruk lah. Sampai saat ini mereka tidak ada datang untuk minta maaf. Sebelumnya juga saat pengerjaan itu tidak ada minta izin terlebih dulu,” kata Neli, Rabu (30/08/2023).
Sementara warga lainnya, Yusnaidi mengaku bagian depan rumah majikannya rubuh seminggu lalu. Hal itu juga karena pembangunan drainase tersebut.
“Ini rubuhnya sekitar seminggu yang lalu pas hujan lebat,” ungkapnya.
Pantauan wartawan di lokasi, bagian depan rumah tersebut tepatnya di areal luar pagar ambruk. Bahkan, hal itu membuat pinggir jalan rusak. Ia menyampaikan majikannya telah keberatan atas hal itu.
“Kemarin sudah diadukan ke pemborongnya. Janjinya sih mau diganti rugi,” ujarnya.
Warga setempat lainnya, Bayu (38), berpandangan proyek drainase itu cukup amburadul. Sebab, proyek itu tetap berlangsung meski sudah mendapat persoalan ada bangunan yang ambruk.
“Warga di sini sudah banyak yang komplain. Udah lapor ke Kepling, Kades, tapi tidak ada tindak lanjut. Cukup terganggu lah dengan proyek ini karena akses jalan keluar masuk jadi tertutup,” ujarnya. (psc)






