PORTALSWARA.COM — Puluhan warga Kabupaten Cianjur diduga menjadi korban penipuan umrah murah dengan biaya di bawah Rp6 juta. Pelaku, M, menjanjikan subsidi dari donatur Timur Tengah.
Aban Muhammad Sa’ban, salah satu korban, mengungkapkan bahwa penipuan umrah murah itu berawal dari tawaran M, warga Kecamatan Cikadu. Dengan iming-iming biaya murah dan donatur Timur Tengah, lebih dari 50 orang mendaftar, termasuk Aban dan keluarganya.
“Saya kenal dengan M ini saat berangkat umrah. Satu rombongan dengan saya,” kata dia, kemarin.
Meski program dijanjikan berangkat pada September 2023, beberapa kali diundur dan kini dijanjikan pada Desember 2023. Namun, hingga saat ini, belum ada keberangkatan yang sesuai janji.
Aban dan warga lainnya mulai curiga dengan berbagai penundaan, dan saat konfirmasi kepada M, jawaban yang tidak jelas semakin memperkuat dugaan penipuan. Kondisi ini memaksa mereka melaporkan kasus ini ke kepolisian.
Melansir detikJabar, Jumat (19/01/2024), Topan Nugraha, kuasa hukum korban, menyatakan bahwa mereka telah melaporkan lebih dari 50 orang ke polisi, sementara total korban diduga mencapai lebih dari 400 orang. Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menyebut pihaknya telah menerima laporan dan membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini.
“Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan informasi lebih lanjut seiring berjalannya penyelidikan,” tandasnya. (psc)






