PORTALSWARA.COM — Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa Myotragus balearicus, spesies kambing purba yang telah lama punah, merupakan satu-satunya mamalia berdarah dingin di dunia. Dalam kondisi sumber daya yang terbatas di Mediterania, kambing purba ini berkembang di Pulau Mallorca selama 5,2 juta tahun.
Dengan tinggi hanya 45 sentimeter, Myotragus balearicus mengalami perubahan morfologi yang mencakup tubuh yang lebih pendek, otak yang lebih kecil, dan organ indera yang lebih kecil. Yang mengejutkan, peneliti menemukan struktur tulang mirip reptil pada mamalia berdarah dingin ini, menjadikannya mamalia pertama yang memiliki ciri-ciri tersebut.
Studi pada 2009 juga mengungkapkan bahwa Myotragus balearicus memiliki gaya hidup yang lambat, mirip dengan reptil. Hewan ini menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari dan bergerak lebih lambat daripada kambing modern.
“Myotragus tidak hanya menurunkan kapasitas aerobik dan ciri-ciri perilaku, tetapi juga secara fleksibel menyelaraskan tingkat pertumbuhan dan kebutuhan metabolisme dengan kondisi sumber daya yang ada seperti yang dilakukan reptil ektotermik,” tulis peneliti, Meike Kohler dan Salvador Moya-Sola, dalam studi yang terbit pada Proceedings of the National Academy of Sciences (2009), Kamis (09/02/2024).
Kemampuannya untuk menyelaraskan pertumbuhan dan kebutuhan metabolisme dengan kondisi sumber daya membuatnya mampu bertahan hidup selama 5,2 juta tahun di Pulau Mallorca yang miskin sumber daya.
Meski demikian, kehadiran manusia sekitar 3.000 tahun lalu dan penurunan spesies tanaman yang menjadi makanannya menyebabkan kepunahan Myotragus balearicus.
Melansir kompas.com, Jumat (09/02/2024), para peneliti menyimpulkan bahwa mamalia unik ini menjadi model penelitian yang berharga, menggambarkan adaptasi luar biasa terhadap lingkungan yang keras. (psc)






