PORTALSWARA.COM — Beredar video mobil pickup membawa bak biru setelah temuan mayat di Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan.
Penyelidikan tetap berlanjut meskipun lima mayat yang ditemukan polisi di dalam sebuah bak di lantai 15 dipastikan kadaver yang legal.
Kendati demikian, mengenai penemuan mayat di bak air berwarna biru seperti terekam dalam video viral, dicurigai polisi sebagai mayat berbeda dengan kadaver.
Belakangan, terungkap bahwa ada bukti rekaman CCTV yang menunjukan sebuah mobil pickup hitam membawa bak air biru tersebut.
Melansir Tribun-Medan, Sabtu (16/12/2023), rekaman video tersebut diambil Kamis (7/12/2023), sekira pukul 09.09 WIB.
Waktu tersebut tepat sebelum polisi datang melakukan penggeledahan di kampus.
Mobil pickup itu keluar menuju ke arah kiri jalan. Sementara, bak biru yang dibawa dalam keadaan tertutup dan ada seseorang berdiri di sampingnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa menyampaikan, sampai saat ini pihaknya masih mencari keberadaan bak biru yang diduga berisikan mayat tersebut.
“Pada intinya kita akan menyelidiki video viral temuan mayat di UNPRI sampai tuntas,” kata Mustafa, Kamis (14/12/2023).
Mustafa menjelaskan, saat ini petugas juga masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah titik rekaman CCTV untuk mencari jejak keberadaan bak biru itu.
“Kami akan terus mendalami dan terus mencari keberadaan bak itu, sesuai instruksi Bapak Kapolda Sumut agar persoalan ini bisa bisa dituntaskan dan tidak menjadi pertanyaan bagi masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, terkait video rekaman CCTV itu, pihak Unpri sampai saat ini masih tidak mau memberikan keterangan kepada awak media.
Sebelumnya, Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Unpri Medan, Kolonel drg Susanto mengatakan, lima mayat yang ditemukan polisi di lantai 15 adalah kadaver.
Kadaver merupakan jenazah yang digunakan untuk praktikum anatomi mahasiswa kedokteran.
“(Jadi) di dalam laboratorium anatomi, salah satu media belajarnya adalah kadaver yaitu tubuh manusia yang diawetkan,” tutur Susanto melalui keterangan videonya, Rabu (13/12/2023).
“Di laboratorium FK Unpri terdapat 5 kadaver, satu perempuan dan 4 laki laki,” sambungnya.
Menurut Susanto, keberadaan kadaver itu untuk menunjang proses belajar dan mengajar di laboratorium anatomi atau ilmu urai.
“Kami sangat yakin di setiap Fakultas Kedokteran di Indonesia memiliki kadaver sebagai media pembelajaran,” ungkapnya.
“Peraturan tentang kadaver sebagai media pembelajaran ilmu urai atau anatomi telah diatur undang undang,” sambungnya.
Terkait adanya isu pembunuhan dengan ditemukannya mayat di Unpri Medan, Susanto membantahnya.
“Dengan tegas saya nyatakan tidak ada kasus pembunuhan di lingkungan Unpri seperti yang diisukan di masyarakat,” tutur Susanto.
“Bila memang ada tindak pembunuhan di Unpri, maka saya sebagai salah satu pimpinan yang pertama melaporkan kepada pihak yang berwajib,” bebernya. (psc)







