Tukang Parkir Tolak Koin Rupiah, Begini Kata BI

PORTALSWARA.COM — Bank Indonesia (BI) merespons tukang parkir tolak koin rupiah. Sekaitan dengan itu, BI juga buka suara soal banyaknya masyarakat yang tidak mau lagi bertransaksi menggunakan uang recehan alias uang logam. Apalagi hingga viral di media sosial TikTok dan Instagram.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, preferensi masyarakat dalam menggunakan mata uang tertentu selalu menjadi perhatian BI dalam penyediaan jenis uang.

Erwin berpandangan, hal lumrah jika terjadi preferensi penurunan masyarakat terhadap uang logam. Apalagi sekarang adalah era serba digital, yang membuat masyarakat lebih mudah untuk melakukan transaksi. Perihal tukang parkir tolak koin rupiah begini kata BI.

“Dengan demikian, kebutuhan masyarakat terhadap pecahan kecil yang semula dipenuhi uang logam, sekarang bisa dipenuhi oleh pembayaran digital,” jelas Erwin, Kamis (23/02/2023).

Pun dari data yang dihimpun BI, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan uang logam. Sehingga, belum ada rencana bagi bank sentral untuk memusnahkan uang logam.

“Sampai dengan saat ini, masih banyak masyarakat yang membutuhkan uang logam,” jelas Erwin.

“Memusnahkan uang logam belum dalam rencana, kasihan nanti masyarakat yang masih membutuhkan,” kata Erwin lagi.

Seperti diketahui, Ramai di media sosial, seorang petugas loket parkir di kawasan Pasar Saraswati, Ciledug, Tangerang, yang menolak pembayaran menggunakan uang receh dalam bentuk kepingan logam.

Video pertama kali diunggah di media sosial TikTok lewat akun @mesin.story. Pemilik akun mengunggah pengalamannya karena telah ditolak oleh petugas parkir karena membayarnya dengan kepingan uang logam.

Dalam video tersebut, dijelaskan, usai berbelanja di Pasar Saraswati pada Rabu (22/02/2023), pemilik akun hendak untuk membayar parkir sebesar Rp3.000.

Yang bersangkutan kemudian membayar menggunakan uang kertas Rp1.000 dan Rp2.000 dibayar dengan uang logam atau recehan yang sudah tersusun rapi dan direkatkan dengan isolasi.

Baca Juga :  Anggota DPRD Medan Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Tawuran di Belawan

Kendati demikian, saat membayarkannya, ditolak oleh petugas parkir. Dengan alasan, banyak masyarakat yang tidak mau lagi menerima uang logam.

“Nih mbaknya menolak kalau dibayar pakai recehan ya. Itu duit masih berlaku, duit nasional Republik Indonesia. Anda yang menolak ya mbak ya,” ujar si pemilik akun TikTok @mesin.story, Rabu (23/02/2023).

Sang petugas parkir pun berkilah, penolakan pembayaran uang logam dilakukan karena banyak masyarakat yang ditemuinya tidak mau menerima uang logam.

“Masalahnya kalau gak itu (tidak menggunakan uang kertas), yang lain pada gak mau dikembalikan pakai ini (uang logam),” timpal si petugas parkir menanggapi.

Melansir CNBC Indonesia, Minggu (26/02/2023), tayangan pengalaman yang diunggah pemilik akun Mesin Story di TikTok itu pun mendapat banyak respon dari warganet. Banyak warganet yang sependapat dengan sang petugas parkir. Mereka tidak mau menerima lagi uang recehan dalam bentuk kepingan logam. (psc)