Breaking News
PDIP Meminta KPU Tunda Penetapan Prabowo-Gibran Akibat Gugatan di PTUN I Edy Rahmayadi Tetap Berusaha Daftar ke Golkar dan Gerindra Meski Ditolak I MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres 2024 I Eks Direktur Utama RSUP Adam Malik Terduga Korupsi Rp8 Miliar Ditahan IOknum Dokter Tersangka Cabuli Istri Pasien Berdamai dengan Rp600 Juta
banner 600x300

7 Kejanggalan Tewasnya Sekeluarga di Kalideres

PORTALSWARA.COM, Jakarta — Tewasnya satu keluarga di Kalideres sampai hari ini masih jadi misteri. Ada 7 kejanggalan dalam kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres.

Dalam kasus itu, empat mayat satu keluarga ditemukan dalam kondisi ‘mengering’ di dalam rumah di Perum Citra Garden I Extension, Kalideres, Jakarta Barat.

Dari hasil autopsi, polisi mengungkapkan, empat sekeluarga tewas ‘mengering’ di Kalideres diduga karena ‘tidak makan dan minum cukup lama’. Dari hasil autopsi juga tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Selain itu, keempatnya tewas di waktu berbeda dalam 3 minggu.

Berikut ini hal-hal yang tidak biasa atau kejanggalan yang ditemukan sejauh ini terkait fakta kematian sekeluarga ‘mengering’ di Kalideres, dilansir detik.com, Minggu (13/11/2022).

1. Terkunci di Dalam Rumah dan Keadaan Rumah Rapi
Empat orang sekeluarga tewas di Kalideres ditemukan di dalam rumah sendiri dalam keadaan rumah itu terkunci dari dalam. Di dalam rumah tersebut ditemukan mayat 4 orang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.

Keempat mayat anggota keluarga itu ditemukan polisi saat melakukan pengecekan di lokasi pada Kamis (10/11/2022) malam, setelah mendapatkan informasi warga yang mencurigai adanya bau tak sedap dari dalam rumah tersebut. Polisi juga mengungkap kondisi rumah yang ditempati dalam keadaan rapi.

2. 4 Mayat Ditemukan ‘Mengering’ di 3 Ruangan Berbeda
Polisi mengungkapkan empat mayat itu ditemukan dalam kondisi sudah mengering. “(Kondisi jasad) tinggal tulang sama kulit, udah kering,” ujar Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Taufik.

Taufik mengatakan diperkirakan keempat orang tewas sudah lama. Ini mengingat kondisi empat mayat sekeluarga itu sudah mengalami mengering hingga tulang belulang terlihat.

Empat mayat sekeluarga itu ditemukan tergeletak di 3 ruangan yang berbeda, ada yang di kamar dan ada yang di ruang tamu. Identitas empat mayat sekeluarga tewas di Kalideres itu bernama Rudyanto Gunawan (71), Margaretha (68), Budianto Gunawan (68), dan Dian (42).

Baca Juga :  Anwar Usman Digugat Belasan Warga Banyumas Rp1,3 Triliun

3. Waktu Kematian 4 Orang Beda-beda dalam 3 Minggu
Menurut hasil otopsi keempat sekeluarga tewas di Kalideres itu tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan dan diduga tewas karena ‘tidak makan dan minum cukup lama’. Keempatnya tewas dalam waktu yang berbeda.

“Ini dari bapaknya, ibunya serta dari iparnya ini waktu berbeda meninggalnya, sehingga pembusukannya masing-masing berbeda,” kata Pasma.

Dari hasil autopsi di RS Polri Jakarta Timur, keempatnya diperkirakan tewas sejak 3 minggu yang lalu. “Keterangan dari dokter forensik bahwa kematian ini dari 3 minggu yang lalu,” tutur Pasma.

4. Tak Ada Sisa Makanan dan Sempat Minta Putus Listrik
Penyebab satu keluarga tewas di Kalideres, Jakbar, masih didalami pihak kepolisian. Dugaan sementara, sekeluarga tewas karena tidak makan dan minum cukup lama. Hal ini diperkuat hasil olah TKP yang tidak ditemukan sama sekali sisa makanan di dalam rumah tersebut.

Selain itu, diketahui salah satu anggota keluarga itu sempat berkomunikasi dengan petugas PLN pada 4 Oktober 2022 dan meminta aliran listrik di rumahnya untuk diputus. Pada 27 Oktober 2022, petugas PLN pun menghubungi pemilik rumah tersebut. Namun, saat itu sudah tidak bisa dihubungi sama sekali.

5. Terkait adanya temuan lilin, kapur barus, hingga bedak tabur di rumah sekeluarga tewas di Kalideres, polisi membenarkan hal tersebut. Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengungkapkan kapur barus dan bedak itu untuk menghilangkan bau mayat.

“Itu ditemukan ada beberapa bekas bedak bayi dan kapur barus. Menurut dokter, itu untuk menghilangkan bau,” katanya.

Sebelumnya, Ketua RT setempat, Asiung, mengungkap di rumah tersebut terdapat lilin, kapur barus, hingga bedak. “Ya, betul. Ditemukan di atas meja itu (ada) kapur barus sama lilin. Di meja makan posisinya, mejanya meja kaca. (Diwadahi) pakai mangkuk,” katanya.

6. Tak Bertemu dengan Keluarga Inti Sejak 5 Tahun Lalu
Menurut keterangan adik salah satu korban tewas sekeluarga di Kalideres bernama Margaretha (68), Ris Astuti (64), ke polisi, sekeluarga tersebut terkesan menjauhkan diri dari keluarga inti. Keluarga itu sudah lama tidak berkomunikasi sekitar satu tahun lalu dan sudah tidak bertemu sejak lebih dari 5 tahun lalu.

Baca Juga :  10 Pemuda Tawuran di Medan Diringkus Polisi

“Kalau kita melihat apa yang kita sudah periksa saksi ya, diperiksa di Kalideres, keterangan warga sekitar, RT dan petugas jumantik, keluarga ini memang tertutup, tidak berkomunikasi dengan warga sekitar,” katanya.

Ris Astuti juga mengungkapkan terkait kondisi ekonomi kakaknya tergolong cukup mampu. “Sedeng-sedeng aja, nggak ada keluhan atau sebagainya. Ya istilahnya standarlah, umum,” ungkapnya.

7. Soal mobil yang ‘hilang’ ini sempat disinggung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce. Pasma mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami soal mobil yang ‘hilang’ itu. “Untuk mobil yang hilang masih dalam penyelidikan, pendalaman, karena kan ini tidak ada yang mengetahui,” ujar Pasma.

Ketua RT setempat, Asiung, mengetahui jika keluarga tersebut memiliki 1 unit mobil dan 1 unit motor. Tetapi, kendaraan tersebut tidak ditemukan di TKP dan menduga keluarga tersebut menjual mobilnya.

Asiung juga meragukan sekeluarga tewas di Kalideres karena kelaparan. Sebab, dari hasil olah TKP diketahui adanya bon katering, yang artinya, mereka mengkonsumsi makanan.

Selain itu, Asiung mengatakan ada salah satu warganya yang pernah melihat salah satu anggota keluarga itu pernah memesan makanan secara daring. “Itu tiga minggu lalu ada warga saya yang lihat dia pesan GrabFood, berarti kan ada makan dan itu ditemukan bon-bon katering ya. Itu yang ditemukan Polsek Kalideres,” ungkapnya.

Selanjutnya, keempat mayat sekeluarga tewas di Kalideres itu akan dikremasi pada Senin, 14 November 2022. Jadwal tersebut berubah dari yang sebelumnya ditentukan, yakni Minggu, 13 November 2022. (psc/bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *