PORTALSWARA.COM — Anak buah Walikota Medan Bobby Nasution, Kepala Lingkungan (Kepling) 13 Kelurahan Terjun Komp KPUM Medan Marelan, Saddiani Harahap, menolak upaya konfirmasi wartawan soal kemalingan rumah Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).
Berkali-kali dihubungi wartawan melalui WhatsApp nya, Sabtu (18/02/2023), Ani tidak meresponnya. Dua kali ditelpon ditolaknya. Telpon yang ketiga dan keempat kali tidak diangkatnya. Bahkan kiriman pesan melalui WhatsApp juga tidak dibalas, hanya centang biru dua.
“Wah payah ini urusannya kalau begini. Masa seorang Kepling yang seharusnya menjembatani dan dekat dengan warganya, kok sikapnya dingin begitu. Seharusnya agar terang dan jelas, si Kepling jawab upaya konfirmasi dari wartawan tadi,” papar Dhaffa, warga yang heran dengan sikap dingin Kepling kepada wartawan, Sabtu (18/02/2023).
Rasanya, kata Dhaffa tipikal-tipikal seperti Kepling 13 Kelurahan Terjun Komp KPUM Medan Marelan, Saddiani Harahap ini, sudah layak jika dievaluasi oleh Walikota Medan. Apalagi sikap tidak peduli kepada warganya, yang nota bene ditimpa musibah, patut ditindak, diberi sanksi tegas.
“Kepada siapa lagi warga di Lingkungan 13 itu mengadu dan curhat, kalau Keplingnya punya karakter sikap seperti itu,” ungkapnya.
Bahkan Lurah Terjun Komp KPUM Medan Marelan, Reza yang dihubungi di nomor WahtsApp 085660xxxxx juga tidak menjawab.
Sikap ketidakpedulian Kepling 13 Kelurahan Terjun Komp KPUM Medan Marelan, Saddiani Harahap, terhadap warganya, terbukti saat peristiwa rumah Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kemalingan.
Padahal Kepala Lingkungan (Kepling) merupakan perangkat pemerintahan yang ada di lingkungan. Keberadaannya sudah seharusnya menjadi tempat mengadu warga yang membutuhkannya. Tetapi Kepling Saddiani malah terkesan tidak peduli dengan pengaduan warganya saat tertimpa musibah.
Sikap itu ia buktikan Kamis (16/02/2023), yang tidak merespon dan memperdulikan laporan salah seorang warganya yang beralamat di Komplek KPUM Jalan Rahmad Buddin Blok 27 No 516 Lingkungan 13 Kelurahan Terjun Medan Marelan, karena tertimpa musibah rumahnya dibobol kawanan maling. Dan kebetulan si pemilik rumah Sekretaris SMSI Ariadi.
Malam itu Adilla Yuliananda anak dari Ariadi ingin melaporkan tentang rumahnya yang telah dibobol maling, mengakibatkan kehilangan satu unit laptop, handphone serta sebuah tas ransel dan uang tunai Rp400 ribu.
Ketika sampai di rumah Kepling Ani, Adilla sebagai korban pencurian disambut kurang simpatik oleh Kepling wanita itu. Ketika korban menceritakan apa yang sudah terjadi di rumahnya, anak buah Walikota Bobby terkesan tidak menggubrisnya.
“Kalian salah, kenapa tinggal di rumah itu tidak ada melapor ke saya, jadi bukan tanggung jawab saya itu,” kata Ani ketus.
Adilla Yuliananda adalah anak dari Ariadi yang merupakan pemilik rumah. “Kenapa menempati rumah sendiri harus melapor,” sebut Adilla yang malam itu tinggal di rumah bersama tiga teman kuliahnya. Ketiga temannya menginap di rumah tersebut karena esok hari (Jumat-red) akan mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) ke Stabat.
Kenapa Kepling tersebut bertindak demikian, seperti saat dikonfirmasi ia mengatakan karena saat itu anaknya lagi sakit.
Kasus ini oleh Adilla Yuliananda bersama orang tuanya Ariadi, telah dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan. Petugas Polsek Medan Labuhan sudah turun langsung ke lokasi kejadian.
Dalam kasus ini, Ariadi sebagai pemilik rumah berharap, perihal sikap Kepling tersebut dapat menjadi perhatian Walikota Medan Bobby Nasution. “Sudah saatnya Pak Walikota menindak Kepling yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik,” tandas Ariadi. (bs/psc)








