PORTALSWARA.COM — Sedang asyik pesta sabu, oknum polisi, kepala desa (Kades), wartawan dan aparatur sipil negara (ASN), di Lingga diciduk polisi.
Peristiwa tersebut terjadi dalam aksi penggerebekan yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Linggau, di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat pesta sabu.
Tidak terpikir sebelumnya, salah satu yang terlibat dalam pesta itu adalah seorang aparat sipil negara MRT berusia 49 tahun.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan enam orang yang sedang berpesta sabu di dalam rumah, terdiri dari 4 pria dan 2 wanita, termasuk MRT yang menjadi sorotan utama dalam kasus ini.
Yang lebih mengejutkan lagi, pesta sabu tersebut melibatkan kepala desa TR berusia 47 tahun, seorang polisi bernama Brigadir MA berusia 49 tahun dan seorang wartawan TI berusia 44 tahun.
Keempatnya tampak menikmati pesta sabu bersama dua wanita lainnya.
Kasat Narkoba Polres Lingga, Iptu Bambang Sadmoko, menjelaskan bahwa para pelaku ditangkap di kediaman MRT yang berada di Desa Tanjung Harapan, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (18/07/2023) lalu.
Penggerebekan berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba di rumah MRT.
“Lalu kita lakukan penggeledahan, menemukan lima buah plastik sedotan, satu buah kaca pyrex, sebungkus plastik bening, hingga alat hisap botol lasegar,” ujar Iptu Bambang, Sabtu (22/07/2023).
Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi segera melakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan para pelaku.
Selain sabu yang ditemukan di lokasi, petugas juga menemukan lima buah plastik sedotan, satu buah kaca pyrex, sebungkus plastik bening, dan alat hisap botol lasegar.
Lebih lanjut, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap TRS, RO, dan Brigadir MA terkait kasus ini.
Setelah dilakukan tes urine, para pelaku positif mengandung amfetamin, zat aktif dalam sabu.
“Dari hasil tes urine, para pelaku positif mengandung amfetamin,” pungkasnya.
Keenam pelaku saat ini berada di rumah tahanan Polres Lingga untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Melansir bangkapos.com, Selasa (25/07/2023), Kasat Narkoba menyatakan pihaknya masih terus menyelidiki kasus ini, terutama untuk mencari tahu asal usul sabu yang mereka gunakan dan mencari pemasok atau bandar sabu yang terlibat.
“Dari mana mereka mendapatkan sabu, masih kami dalami,” katanya. (psc)






