Gempa Bumi Dahsyat di Turki Disebabkan Oleh Ini..

PORTALSWARA.COM — Gempa bumi dahsyat di Turki dan Suriah sudah memakan korban sampai 15 ribu jiwa. Gempa bumi dengan kekuatan mencapai magnitudo 7,8 itu merupakan yang paling mematikan di abad ini. Gempa bumi dahsyat di Turki dekat perbatasan Suriah itu terjadi Senin (06/02/2023). Salah satu gempa susulan bahkan mempunyai kekuatan hampir sama besarnya dengan yang pertama.

Gempa di dekat Gaziantep itu menjalar sampai sepanjang 100 Km dari garis patahan. Gempa terasa sampai ke Italia, Lebanon dan beberapa negara lain di Eropa.

“Dari gempa Bumi paling mematikan pada tahun tertentu, hanya dua dalam 10 tahun terakhir yang memiliki kekuatan yang sama, dan empat dalam 10 tahun terakhir,” kata Prof Joanna Faure Walker, kepala Institute of Mitigasi Bencana Universitas College London, dikutip dari BBC, Kamis (09/02/2023).

Mengetahui getaran yang sangat besar tersebut, publik pun penasaran dengan penyebab gempa tersebut. Kerak Bumi terdiri atas lempeng terpisah yang berdampingan satu sama lain. Lempeng ini sering berusaha bergerak, tapi tertahan oleh gesekan dengan lempeng yang bersebelahan. Tapi terkadang ada tekanan yang meningkat sehingga salah satu lempeng tiba-tiba tersentak dan mengakibatkan pemukimannya bergerak. Dalam kejadian ini, lempeng Arab bergerak ke utara dan bergesekan dengan lempeng Anatolia.

Melansir VIVA Digital, Jumat (10/02/2023), gesekan dari lempeng itu yang memicu gempa bumi di masa lalu. Pada 13 Agustus 1822, pergerakan lempeng itu memicu gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang masih jauh lebih kecil ketimbang gempa berkekuatan 7,8 pada Senin lalu.

Meski begitu, gempa Bumi yang terjadi di abad ke-19 itu menyebabkan kerusakan besar terutama di kota-kota wilayah tersebut. Sebanyak 7.000 kematian tercatat di kota Aleppo saja. Gempa susulan yang merusak pun masih berlanjut selama hampir setahun.

Baca Juga :  Badko HMI Sebut Gubsu Edy Bohong soal Sport Centre

Usai gempa Senin (06/02/2023), sudah ada sejumlah gempa susulan. Para ahli memperkirakan trennya akan sama dengan gempa Bumi besar yang sebelumnya pernah terjadi di wilayah tersebut. (psc)