Legislator Sumut Ingatkan Kementerian PUPR soal Pembangunan Jalan Nasional

PORTALSWARA.COM — Legislator Sumatera Utara (Sumut) ingatkan Kementerian PUPR soal pembangunan jalan Nasional. Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) diminta jangan anak-tirikan Sumut terkait pengalokasian anggaran pembangunan jalan nasional. Karenanya legislator Sumut ingatkan Kementerian PUPR.

Terutama menurut anggota Komisi D DPRD Sumut yang membidangi pembangunan, Viktor Silaen,
guna menghindari hancur-leburnya sarana perhubungan di wilayah Sumut.

Pernyataan itu disampaikan Victor melalui selularnya, Rabu (21/12/2022), merespons statemen Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, yang meminta jajaran Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumut segera memperbaiki sejumlah jalan nasional yang berlubang-lubang. Karena sangat mengganggu pengguna jalan dan berdampak pada kemacetan.

Bahkan, katanya, Kapolda meminta BBPJN Sumut segera melakukan perbaikan atau menambal lubang-lubang di jalan nasional tersebut, sebelum Operasi Lilin 2022 dimulai. Guna menghindari kemacetan serta terganggunya masyarakat melakukan perayaan Natal dan tahun baru.

Menurut Viktor, kondisi jalan nasional di Sumut memang sudah benar-benar dalam keadaan darurat, sehingga Kapolda Sumut angkat bicara menanggapi situasi tersebut.

Untuk itu, Kepala BBPJN Wilayah Sumut harus cepat tanggap mengantisipasinya dengan melakukan perbaikan atau tambal sulam.

“Jika kita melihat ruas jalan nasional di seluruh provinsi di Indonesia, jalan nasional di Sumut merupakan jalan terparah kerusakannya. Hampir seluruhnya berlubang-lubang, sehingga sangat mengganggu pengguna jalan,” kata Viktor Silaen.

Sedangkan anggota Komisi A DPRD Sumut bidang pemerintahan, Frans Dante Ginting, menambahkan, jalan nasional terparah saat ini ditemukan di jalur nasional jurusan Medan-Berastagi. Persisnya di kawasan Desa Tiang Layar-Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, yang saat ini kondisinya hancur-lebur.

“Jalan menuju kawasan pariwisata Kota Berastagi itu, kondisinya sudah sangat parah, penuh dengan lubang, sangat tidak layak disebut jalan nasional. Sebab, kondisinya sudah sangat hancur, masyarakat merasa resah saat melintasinya,” kata Frans Dante.

Baca Juga :  Minimnya Anggaran Perpustakaan, Komisi II DPRD Medan akan Dorong Penambahan untuk Tingkatkan Minat Baca

Akibat banyaknya lubang, ujar anggota Fraksi Partai Golkar ini, sejumlah kendaraan terperosok dan patah as (kendaraan jadi mogok), sehingga para pengguna jalan lainnya terpaksa mengurangi laju kendaraanya, sehingga menimbulkan kemacetan panjang dan jarak tempuh Medan-Berastagi mencapai 3 jam.

Begitu juga kondisi di jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sabungan di Dusun Simandiangin, Desa Sabungan, Kecamatan Sungaikanan, Kabupaten Labusel, tambah Viktor, mengalami longsor dan terancam putus, akibat tergerus hujan deras, sangat membahayakan pengguna jalan.

“Ini sudah memasuki perayaan Natal dan menjelang Tahun Baru 2023, sebaiknya BBPJN Wilayah Sumut gerak cepat dan proaktif “menggedor” Menteri PUPR memperbesar anggaran perbaikan jalan nasional di Sumut, agar bisa menyaingi kondisi jalan dengan provinsi lain,” tambah Viktor yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini. (psc)