Premiere Spa MMTC Suguhi Menu ‘Kuda-kudaan’

Lokasi Premiere Spa di Komplek MMTC
Lokasi Premiere Spa di Komplek MMTC

PORTALSWARA.COM — Mengungkap sebuah kebenaran dugaan prostitusi berkedok Spa, seorang wartawan, sebut saja Polan melakukan investigasi dan mengunjungi Premiere Spa di Komplek MMTC, Jl Williem Iskandar, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

Sabtu (11/05/2024) siang Polan bercerita. Begitu membuka pintu nomor 9 Blok H itu, dirinya langsung disambut seorang pria berperan sebagai resepsionis merangkap kasir.

“Mau kusuk, Bang?”, Spontan dijawab ” Iya”. Kemudian, pegawai Premiere Spa itu kembali bertanya. “Abang, mau kusuk aja atau All In?”.

Kalimat “Kusuk atau All In”, mengundang rasa penasaran, terutama kata “All In”. Makna dari istilah ini adalah bisa semuanya sudah termasuk, yakni segala item atau objek yang menjadi kebutuhan. Sementara dalam bahasa gaul, kata “All In”, bermakna sudah diusahakan semuanya.

“Kusuk aja, berapa?” tanya Polan. “Kusuk selama 50 menit, biayanya Rp150 ribu. Tapi kalau abang mau All In Rp600 ribu,” terangnya.

Kemudian pria itu menjelaskan layanan disediakan pada paket All In, yakni, kusuk, hisap, main plus hingga 2 kali dan berakhir mandi. Tapi, semua itu dilakukan selama dalam waktu 50 menit.

Mendengar penjelasan itu, Polan menyetujui All In, seraya menyerahkan 6 lembar uang kertas berwarna merah. Setelah pembayaran, dirinya diminta untuk memilih perempuan yang disebut terapis untuk melayaninya. Satu persatu, terapis dihadirkan. Bila tidak cocok, boleh diganti, sampai akhirnya, Polan yang menyamar sebagai calon pemakai jasa, memilih seorang terapis muda.

Lalu Polan dan terapis muda yang berambut lurus sebahu berinisial Y, bergerak ke lantai 2, kemudian masuk ke dalam ruangan berukuran relatif kecil, dimana pintu ruangan itu ditutup pakai kain, sedangkan bagian dalam ruangan itu tersedia kasur dan di dalam ruangan itu juga tersedia kamar mandi berdinding kaca.

Baca Juga :  Racun Pembunuh Sekeluarga di Magelang: Sadis, Membakar Lambung

Sejenak, Polan memperhatikan kondisi sekitar ruangan yang cuma diterangi bola lampu 5 watt. Dirinya merebahkan badan. Terapis muda yang mengaku berumur 20 tahun bergerak mengambil sabun, handuk, karet pengamanan dan keperluan lainnya. Jarum jam terus bergerak. Waktu disediakan untuk paket “All In” cuma 50 menit, sejak terapis muda mengaku berdomisili di Kecamatan Percut Seituan ini, melucuti semua pakaian yang dikenakannya.

Hanya hitungan detik, tidak sehelai benang pun menutupi tubuh terapis berwajah cantik itu. Kemudian dengan terampilnya terapis cantik itu beraksi. Terhitung, praktik kusuk cuma berlangsung 10 menit, lalu digiring mandi pakai shower dan memakan waktu 5 menit. Setelah itu, 10 menit lagi digunakan untuk pemanasan, dimana terapis itu menggunakan lidah dan mulutnya memainkan ‘pistol’ Polan itu. Saat itulah Polan yang menyamar sebagai pemakai jasa langsung hilang kendali.

Hampir 20 menit, mereka gunakan untuk foreplay dan ‘kuda-kudaan’. Tiba-tiba dengan entengnya, wanita itupun menjelaskan service tambahan, untuk bisa 2 kali main. Tapi, waktunya tidak lebih dari 50 menit, sejak mereka masuk ruang remang-remang itu. Karena Polan yang telah berusia 40-an tahun dan mendapati service pertama terapis itu hingga dirinya kelelahan, maka paket service kedua tersebut tidak bisa terpenuhi.

“Kalau usia masih 20 an tahun, mungkin bisa nikmati service tambahannya,”kata Polan kepada teman yang juga seprofesinya.

Waktupun hampir 50 menit. Polan yang terpuaskan dengan layanan terapis penyedia plus-plus itu, kembali masuk kamar mandi. Disini, kembali Polan dimandikan oleh terapis itu, seperti layaknya memandikan anak bayi. Kemudian pasangan bukan suami istri inipun mandi bareng. Kepada wanita pemberi kenikmatan itu, Polan mengaku merasa puas akan pelayanan dan service terapis itu.

Baca Juga :  Dirut Koruptor Dana Covid Diciduk Kejaksaan di Warkop Medan

“Datang lagi ya, Bang,” tawar Y sembari melempar senyum kepada Polan.

Sebelum berpisah dan waktu hampir 60 menit, wanita itu mengaku aktifitas di Premiere Spa, selama 24 jam. Tapi, jadwal kerja mereka, dibagi 2 shift dalam sehari. Y bersama 14 temannya sesama terapis, masuk pagi hingga sore, kemudian dilanjutkan 15 terapis cewek yang lainnya.

Kembali Polan diingatkan Y, bahwa Premiere Spa ada beberapa lokasi, tapi di MMTC bukanya 24 jam. Dan demi keselamatan serta tak terlihat mencolok aktifitas prostitisi terselubung Premiere Spa, mereka diantar-jemput mobil yang disediakan pihak pengelola Premiere Spa.

“Terima kasih ya Bang,” ucapan terdengar sebelum Polan selesaikan misi penyamaran dan bergerak meninggalkan Premiere Spa.

Terpisah, Kasubdit Reknata Poldasu, Kompol Wahyu ketika dikonfirmasi mengenai Premiere Spa, Minggu (12/05/2024), mengarahkan ke Satreskrim Polrestabes Medan dan pihaknya akan melakukan lidik dan mendalaminya.

“Satreskrim Polrestabes, Bang? Ijin. Terimakasih informasinya, kami lidik dan dalami,” pungkasnya.

Selanjutnya Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Jamak Kita Purba ketika dikonfirmasi melalaui whatsapp, Minggu (12/05/2024), belum juga memberikan tanggapannya. (psc)